Saya hampir skip pas lihat harganya yang hanya Rp2.999.999 atau 3 juta kurang seribu perak. Entah kenapa angka kayak gini selalu bikin saya curiga ada trik marketing di baliknya, semacam cara biar kelihatan “masih di bawah 3 juta” padahal ya sama aja. Tapi karena penasaran, saya lanjut buka detail produknya: Zyrex Kintamani, laptop 14 inci.
Ini laptop kedua yang saya bedah dari seri pengecekan laptop murah di Shopee. Kalau minggu lalu saya nemu laptop 2 jutaan Zyrex Sky (dengan storage eMMC yang saya bilang lambat itu), sekarang giliran adiknya yang naik kelas dikit ke harga 3 jutaan. Pertanyaannya: apa yang berubah selain harga?
Table of Contents
Yang Berubah: Storage-nya Sudah SSD NVMe

Ini poin pertama yang bikin saya sedikit lega. Kintamani pakai SSD NVMe, bukan eMMC seperti seri Sky. Kalau Anda baca artikel saya sebelumnya, pasti tahu saya cukup gerah soal eMMC yang lemot itu. Nah di sini, ada dua pilihan kapasitas: 128GB atau 256GB, tinggal pilih pas checkout.
SSD NVMe ini beda jauh dari sisi kecepatan dibanding eMMC karena baca dan tulis data jauh lebih responsif, jadi booting Windows dan buka aplikasi harusnya kerasa lebih ringan. Untuk laptop di harga ini, kehadiran NVMe jujur agak di luar ekspektasi saya.
Tapi Prosesornya Bukan Barang Baru

Nah ini bagian yang bikin saya berhenti sejenak. Prosesornya AMD APU A9-9400, dual-core dengan 2 thread, clock 2.4GHz sampai 3.2GHz. Buat yang nggak familiar sama seri AMD lama, A9-9400 ini bukan chip baru karena generasinya sudah beberapa tahun ke belakang. Grafisnya AMD Radeon R5 yang terintegrasi di dalam prosesor.
RAM-nya 4GB, tapi tipe DDR3, bukan DDR4 seperti yang biasa saya temui di laptop-laptop sekelas sekarang. Ini kombinasi yang agak nanggung menurut saya: storage-nya sudah pakai teknologi baru (NVMe), tapi prosesor dan RAM-nya masih mengandalkan komponen generasi lama.
Soal Layar, Ini yang Bikin Saya Sedikit Kecewa

Zyrex Sky yang harganya lebih murah (2 jutaan) itu layarnya sudah Full HD IPS. Giliran Kintamani yang harganya lebih mahal, layarnya malah HD biasa (1366×768) dengan panel TN, bukan IPS. Buat yang belum tahu bedanya: panel TN itu sudut pandangnya lebih terbatas, warnanya cenderung kurang akurat dibanding IPS.
Jadi kalau ditanya “laptop 3 jutaan ini lebih bagus dari yang 2 jutaan?” jawabannya nggak sesederhana itu. Storage-nya lebih baik, tapi layarnya justru turun kelas. Trade-off semacam ini yang menurut saya penting diketahui sebelum orang buru-buru mikir “lebih mahal pasti lebih bagus di semua aspek”.
Detail Lain yang Saya Catat
Beberapa hal teknis lain dari lembar spesifikasi:
Baterainya 37Wh atau setara 5000mAh, diklaim tahan 6 sampai 10 jam, tapi seperti biasa, angka ini sangat tergantung pemakaian, jangan langsung dipercaya mentah-mentah. Bobotnya 1,42 kg dengan dimensi 323,6 x 223,6 x 21,5 mm, jadi masih masuk kategori portable meski bukan yang paling ringan.
Ada kamera 2MP dan speaker stereo 2x1W. Port-nya cukup lengkap untuk ukuran laptop segini: USB 3.0, USB 2.0, USB Type-C, HDMI, audio combo 3.5mm, slot MicroSD, dan DC-IN untuk charging.
Satu hal yang wajib diperhatikan sebelum checkout: ada pilihan varian DOS dan Windows. Kalau ambil varian DOS, itu artinya laptop datang tanpa sistem operasi terpasang danAnda harus install Windows sendiri (atau bayar orang buat install-in) atau alternatif terbaik menurut saya install OS Linux saja yang 100% gratis. Ini sering jadi jebakan buat pembeli yang nggak baca detail, karena harga DOS biasanya lebih murah dan orang suka pilih itu tanpa sadar konsekuensinya.
Garansinya resmi dari Zyrex Indonesia, satu tahun untuk servis dan sparepart. Paket penjualannya standar: unit, charger, kartu garansi, dus. Ada juga bonus merchandise gratis (tumbler, kaos, atau pouch, random) tapi cuma selama stok masih ada, dan kalau habis ya nggak dapat, jadi jangan jadikan ini alasan utama beli.
Kelebihan dan Kekurangan Zyrex Kintamani
Kelebihan:
- Sudah pakai SSD NVMe, jauh lebih cepat dibanding eMMC yang biasa ditemui di laptop sekelas
- Ada pilihan kapasitas storage: 128GB atau 256GB
- Port cukup lengkap termasuk USB Type-C dan HDMI
- Baterai kapasitas cukup besar (5000mAh/37Wh)
- Garansi resmi Zyrex Indonesia 1 tahun
Kekurangan:
- Layar masih HD (1366×768) dengan panel TN, bukan IPS jadi tergolong turun kelas dibanding beberapa laptop lain di harga lebih murah
- RAM cuma 4GB dan masih tipe DDR3, bukan DDR4
- Prosesor AMD APU A9-9400 tergolong generasi lama, performanya terbatas untuk pekerjaan berat
- Varian DOS tidak termasuk Windows, harus install OS sendiri
- Bonus merchandise tidak dijamin, tergantung stok
Apakah Ada Laptop 3 Jutaan dengan RAM 8GB?
Untuk unit ini, tidak. RAM-nya mentok di 4GB DDR3 dan tidak ada informasi soal opsi upgrade RAM di lembar spesifikasi. Kalau target Anda memang RAM 8GB, kemungkinan besar perlu naik ke rentang harga 4 jutaan ke atas untuk unit baru, atau mempertimbangkan opsi upgrade RAM mandiri kalau slotnya memungkinkan (dan ini perlu dicek langsung ke penjual, bukan asumsi sendiri).
Bisa Dipakai Gaming Nggak?
AMD dengan grafis Radeon memang secara historis sedikit lebih “ramah” untuk game ringan dibanding Intel Celeron, tapi jangan salah paham dulu. A9-9400 ini prosesor dual-core dari generasi lama, dan Radeon R5 di sini cuma versi terintegrasi, bukan kartu grafis terpisah. Realistisnya, laptop ini hanya sanggup untuk game-game ringan atau lawas, bukan game modern sekarang. Kalau gaming jadi prioritas utama, cari kategori laptop yang memang didesain untuk itu dan bukan laptop kelas produktivitas seperti Kintamani ini.
Ada Varian Core i5?
Tidak ada. Kintamani pakai platform AMD, bukan Intel, jadi otomatis tidak ada opsi Core i5 di lini produk ini. Kalau Anda memang mencari Core i5 secara spesifik, perlu cari merek atau seri lain dan di harga 3 jutaan, unit baru dengan Core i5 masih cukup jarang ditemukan.
Cocok Buat Mahasiswa?
Untuk kebutuhan standar seperti ngetik tugas, browsing, dan video call, laptop ini masih bisa diandalkan, apalagi dengan SSD NVMe yang bikin proses buka-tutup aplikasi terasa lebih cepat dibanding laptop ber-eMMC. Tapi kalau tugas kuliah Anda melibatkan software yang agak berat (editing, desain, atau aplikasi statistik yang butuh resource besar), RAM 4GB dan prosesor lawasnya bisa jadi bottleneck. Dan soal layar TN yang saya sebut di atas, kalau kerjaan Anda butuh akurasi warna (desain grafis, misalnya), ini poin minus yang perlu dipikirkan.
Jadi, Worth It Nggak?
Saya nggak akan bilang ini laptop terbaik di kelasnya, karena jujur saya belum bandingkan langsung dengan kompetitor lain di rentang harga sama. Yang bisa saya simpulkan dari spesifikasinya: Kintamani ini laptop dengan trade-off yang cukup jelas dengan storage-nya naik kelas ke NVMe, tapi layar dan prosesornya justru terasa seperti warisan dari generasi lebih lama. Cocok kalau prioritas Anda adalah kecepatan akses data untuk kerjaan ringan sehari-hari, tapi kurang ideal kalau Anda mengutamakan kualitas layar atau performa prosesor.
Yang jelas, harga Rp2.999.999 itu tetap harga unit baru dengan garansi resmi jadi bukan pilihan buruk untuk budget terbatas, asal ekspektasinya disesuaikan dari awal.
Data di atas berdasarkan pengecekan langsung ke listing Shopee tanggal 12 September 2026. Harga dan ketersediaan varian bisa berubah sewaktu-waktu, jadi cek ulang halaman produk sebelum membeli.



